PPK Ormawa UKM DCFC Gelar Audiensi dan Perizinan Program Revitalisasi Budaya di Kelurahan Gunung Sari
Oleh:
Aurel Julia
Umum
24 July 2025
Bandar Lampung, 24 Juli 2025 — Dalam rangka memulai langkah awal pelaksanaan Program Revitalisasi Kearifan Lokal Berbasis Budaya melalui Sari Budaya, tim PPK Ormawa UKM DCFC melaksanakan serangkaian kegiatan audiensi dan proses perizinan di Kelurahan Gunung Sari. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga sekaligus memperkenalkan gagasan utama program yang berfokus pada pelestarian nilai-nilai budaya lokal melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif masyarakat. Program Revitalisasi Kearifan Lokal ini merupakan bagian dari implementasi kegiatan PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui program ini, UKM DCFC berkomitmen untuk turut serta membangun masyarakat yang berdaya dan berbudaya dengan mengangkat kembali nilai-nilai tradisi lokal yang mulai terlupakan.
Audiensi dan koordinasi yang dilakukan tim dibagi menjadi dua tahap penting. Tahap pertama berlangsung pada 21 Juli 2025, di mana tim PPK Ormawa UKM DCFC mendatangi Kantor Kelurahan Gunung Sari untuk menyerahkan surat permohonan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini menjadi momen awal untuk membangun komunikasi dengan pihak pemerintah kelurahan sekaligus menyampaikan maksud, tujuan, dan manfaat program bagi masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut, pihak Kelurahan Gunung Sari menyambut positif rencana kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa UKM DCFC. Dukungan ini diwujudkan dalam bentuk masukan strategis, terutama terkait pihak-pihak yang perlu dilibatkan dalam proses koordinasi berikutnya agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Tim juga mendapatkan arahan untuk memperluas jangkauan komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan area dan kegiatan kebudayaan di wilayah Gunung Sari.
Tahap kedua dilakukan pada 24 Juli 2025 dalam bentuk audiensi tatap muka yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan lembaga. Pertemuan ini melibatkan perwakilan dari Kelurahan Gunung Sari, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang memiliki kewenangan terhadap area sekitar stasiun, pihak Gereja Katedral Kristus Raja, serta pengurus Masjid di wilayah setempat. Audiensi ini menjadi forum diskusi terbuka untuk menjelaskan secara mendetail rencana pelaksanaan program, menjajaki kerja sama antarpihak, serta mengidentifikasi bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing lembaga. Dalam audiensi tersebut, tim PPK Ormawa UKM DCFC memaparkan visi utama program, yaitu menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat melalui kegiatan “Sari Budaya” yang menekankan pentingnya nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghargaan terhadap keragaman budaya dan agama di lingkungan Gunung Sari. Program ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas budaya lokal, seperti kesenian tradisional, kuliner khas, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi.
Hasil dari rangkaian audiensi tersebut menghasilkan sejumlah capaian penting. Pihak Kelurahan Gunung Sari memberikan dukungan resmi dan izin lisan terhadap pelaksanaan program, serta menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang turut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Selain itu, kelurahan juga memberikan saran agar pelaksanaan program melibatkan tokoh masyarakat lintas agama, guna menciptakan kegiatan yang inklusif dan memperkuat rasa persaudaraan antarumat beragama. Pihak Gereja Katedral Kristus Raja dan pengurus Masjid menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi aktif dengan membantu proses sosialisasi kegiatan kepada jemaat dan jamaah di lingkungan masing-masing. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat ikut berperan serta dalam menyukseskan program. Sementara itu, PT KAI memberikan arahan teknis mengenai pemanfaatan lahan dan area sekitar stasiun yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan wisata budaya sebagai bagian dari kegiatan Sari Budaya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, tim PPK Ormawa UKM DCFC optimis bahwa Program Revitalisasi Kearifan Lokal Berbasis Budaya melalui Sari Budaya ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Gunung Sari. Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan budaya, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur serta menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam membangun identitas daerah. Ketua tim PPK Ormawa UKM DCFC menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang sinergi antara generasi muda dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” ujarnya. Melalui langkah awal audiensi dan koordinasi ini, UKM DCFC bertekad menjadikan program Revitalisasi Kearifan Lokal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata dalam memperkuat nilai budaya dan solidaritas sosial masyarakat Gunung Sari. Dengan dukungan seluruh pihak, program ini diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal menuju pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter.